Rabu, 18 November 2015

Manajemen Keuangan Perusahaan (SAP Minggu 9)


Tugas Softskill 
Pengantar Bisnis
"Manajemen Keuangan Perusahaan"


Nama  :  Fanny Dwi Risanti
NPM    :  23213210
Kelas   : 1EB17 /Mahasiswa Mengulang

1. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan 

Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian, keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan tanggung jawab utamanya adalah meningkatkan nilai perusahaan atau kata lain bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang perusahaan. 



Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
  1. Mendapatkan Dana Perusahaan.
  2. Menggunakan Dana Perusahaan.
  3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan.


A.  Penganggaran Modal (Capital Budgeting) 
Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran dana dengan jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun disebut Capital Budgeting (Penganggaran Modal).Penganggaran modal sangat penting karena:
  1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka panjang, jadi perusahaan harus menunggu jangka panjang sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali.
  2. Investasi dalam aktiva tetap yang menyangkut t hasil penjualan dimasa yang akan datang.
  3. Pengeluran dana untuk keperluan umumnya melibatkan jumlah yang besar yang mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka pendek dan sekaligus.

Penganggaran modal membutuhkan perhitungan yang lebih rinci    dan hati-hati karena   pengembaliaan dana > 1 tahun. Cara menghitung capital budgeting adalah dengan metode penilaian investasi yaitu:
  • Metode Average rate of return
  • Metode waktu Pengembalian Investasi
  • Metode Net Present Value
  • Metode Profitability Index
  • Metode Internal Rate of Return


B.  Penggolongan Investasi aktiva tetap dan Pemilihan alternative
  1. Investasi penggantian, dalam hal ini suatu aktiva yang sudah usang (absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan. 
  2. Investasi penambahan kapasitas, usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi ini juga bersifat investasi pengganti. Contohnya mesin yang sudah tua diganti mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan yang lebih efisien. 
  3. Investasi penambahan jenis produk baru, Investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah di produksi. 
  4. Investasi lain-lain, Investasi ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas, misalnya investasiuntuk pemasangan alat pemanas (heater), alat pedingin (air conditioner), dan sebagainya.

C. Metode Penilaian Investasi
Penganggaran modal (capital budgeting) menempati posisi penting, karena sebelum perusahaan memutuskan akan melakukan suatu usulan investasi tertentu sangat perlu melakukan evaluasi atas kekayaan investasi tesebut. Beberapa penggolongan metode yang dapat digunakan dengan kelebihan serta kelemahannya masing-masing akan   dibahas pada bagian berikut:
  1. Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi, Contoh: Average Rate of Return (Accounting Rate of Return).
  2.  Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas) Contoh: Pay Back Period Method, Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
D. Arus Kas Masuk
Aliran kas masuk netto (Net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai      hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds/proceeds.Laporan arus kas (cash flow statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
Arus kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)). Yang  dijumlahkan selama masa hidup dari proyek tersebut dihitung dengan rumus:
Dimana  :
t       : Waktu arus kas
i       : Suku bunga diskonto yang digunakan
Rt    : Arus kas bersih (the net cash flow) dalam waktu t

E. Metode Average Rate of return
Kelebihan metode ini adalah:
  • Sederhana dan mudah dimengerti.
  • Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan.
Kelemahan utama dari metode ini adalah:
  • Tidak memperhitungkan “time value of money”.
  • Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dar yang besangkutan.
  • Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan.
  • Kurang memperhitungkan jangka waktu investasi.


F. Metode Masa Pengembalian Investasi (Pay back Period)
Metode yang tidak mempertimbangkan aliran kas masuk yang merupakan penerimaan perusahaan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan investasi di masa yang akan datang. Metode ini jarang digunakan dalam menilai suatu investasi   karena mengabaikan time value of money.

G. Metode Net Present Value
Metode yang menghasilkan kesimpulan sama yaitu menyamakan nilai investasi yang ditanamkan dengan nilai penerimaan tiap tahunnya. NVP juga merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon. Dengan kata lain, NPV merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang    didiskontokan pada saat ini. Diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan biaya operasional serta perkiraan manfaat dari proyek yang direncanakan untuk menghitung NPV. 


H. Metode Profitability Index
Digunakan dalam memilih investasi yang bersifat mutually ekslusive, artinya jika sudah menetapkan satu investasi, maka investasi yang lain harus dikorbankan.

I. Metode Internal Rate of Return
Metode ini merupakan metode penilaian investasi dengan memperhitungkan arus   kas yang digunakan dalam memilih investasi yang bersifat mutually ekslusive, artinya jika    sudah menetapkan satu investasi, maka investasi yang lain harus dikorbankan. (YUSUF/akuntansi/10530141)

2. Perencanaan Keuangan
Fungsi perencanaan keuangan pribadi atau keluarga adalah mengelola keuangan untuk masa depan sedini mungkin dalam mencapai tujuan keuangan , dilakukan secara terencana, teratur dan bijaksana (bisa jadi membutuhkan perencana keuangan. Direncanakan, yang berarti kita dapat mengantisipasi yang akan terjadi di masa yang akan datang . Teratur , yang berarti bahwa kita memiliki cara atau strategi keuangan dengan mempertimbangkan yang prioritas ataukah yang kurang prioritas lebih jelas . Dan mengelola uang dengan bijaksana dapat berarti secara masuk akal atau sesuai nalar , tidak emosional .
Tugas utama dari Perencana Keuangan adalah untuk membantu individu atau keluarga untuk mengembangkan rencana keuangan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah atau ditetapkan . Pada hal ini perencanaan keuangan adalah lebih berkaitan dengan keuangan pribadi daripada keuangan perusahaan. Sebagai bahan kekayaaan pengetahuan kita, silahkan bisa menuju ke situs wikepedia untuk mengetahui lebih lanjut tentang profesi perencana keuangan.
Rencana keuangan berisi daftar tujuan keuangan disertai dengan saran tentang cara bagaimana untuk mencapai hal itu , dan tentu saja disesuaikan dengan keadaan seseorang atau keluarga bersangkutan . Itulah sebabnya Perencana keuangan tidak dapat selalu memberikan jawaban secara umum kepada setiap orang .Karena situasi dan kondisi setiap orang berbeda , tujuan yang berbeda , strategi yang berbeda juga . Oleh karena itu penting bagi kita untuk tahu dulu apa yang kita inginkan ( finish point) , dan bagaimana kondisi keuangan kita saat ini ( titik awal ) , dalam rangka menciptakan peta dan jalur dari titik awal ke titik finish ( rencana keuangan ) . Dalam sebuah buku berjudul The Truth About Money , Ric Edelman menjelaskan Sebelas (11) alasan mengapa perencanaan keuangan perlu dilakukan , yaitu karena melalui proses perencanaan keuangan kita lebih bisa untuk :
  1. Melindungi diri Anda dan keluarga Anda dari dampak keuangan risiko kecelakaan , penyakit, kematian , dan tuntutan hukum
  2. Mengurangi utang pribadi / keluarga
  3. Membiayai Keuangan bila hidup ini tidak lagi dalam rentang usia produktif – terkait dengan tingkat yang lebih tinggi harapan hidup rata rata di suatu di negara
  4. Membayar biaya biaya untuk membesarkan anak
  5. Memberikan alokasi pendidikan bagi anak-anak ke keperguruan tinggi
  6. Membiayai pernikahan anak perempuan kita
  7. Untuk membeli kendaraan 
  8. Untuk membeli rumah 
  9. Mampu menentukan gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun
  10. Membayar biaya biaya perawatan jangka panjang
  11. Mewariskan kesejahteraan ke generasi selanjutnya ( anak , cucu , dll )


SUMBER :

Rabu, 11 November 2015

Konsep Nilai Waktu Uang (SAP Minggu 8)


Tugas Softskill
Pengantar Bisnis
"Konsep Nilai Waktu Uang"



Nama  : Fanny Dwi Risanti
NPM   : 23213210
Kelas  :  1EB17/ Mahasiswa Mengulang


KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
Konsep nilai waktu dari uang adalah konsep berkaitan dengan waktu dalam menghitung nilai uang. Artinya, uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan datang. Uang yang diterima sekarang nilainya lebih besar daripada uang yang diterima di masa mendatang. Lebih awal uang anda menghasilkan bunga, lebih cepat bunga tersebut  menghasilkan bunga. Nilai waktu dari uang berkaitan dengan nilai saat ini dan nilai yang akan datang. Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu (Compound Factor).
ISTILAH YANG DIGUNAKAN :     
Pv           = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv           = Future Value (Nilai yang akan datang)
i           = interest (suku bunga)
n             = tahun ke-
An          = Anuity
Si             = Simple interest dalam rupiah
Po           = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

1. Nilai yang Akan Datang (Future Value)
Future value yaitu nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sejumlah modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat discount rate (bunga) tertentu.
Nilai waktu yang akan datang dapat dirumuskan sebagai berikut :
FV = Mo(1+i)n
Keterangan :
FV  = Future Value
Mo = Modal awal
i      = Bunga per tahun        
n     = Jangka waktu dana dibungakan
Contoh 1 :
Tuan Juna pada 1 Januari 2010 menanamkan modalnya sebesar Rp 100.000.000,00 dalam bentuk deposito di bank selama 1 tahun, dan bank bersedia memberi bunga 10% per tahun, maka pada 31 Desember 2010. Tuan Juna akan menerima uang miliknya yang terdiri dari modal pokok ditambah bunganya.
Diketahui : Mo = 100.000.000                
                    i   = 10% = 10/100 = 0,1
                   n = 1
Jawab :
FV = Mo(1 + i)n
FV = 100.000.000 ( 1 + 0,10 )1
FV = 100.000.000 ( 1 + 0,1 )
FV = 100.000.000 (1,1)
FV = 110.000.000
Jadi, nilai yang akan datang uang milik Tuan Juna adalah Rp 110.000.000,00

2. PRESENT VALUE
Nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran yang   dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan:
 Pv = FV/(1+i)n
Keterangan:
Pv           = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv           = Future Value (Nilai yang akan datang)
i               = Interest/suku bunga
n             = Jangka waktu dana dibungakan
Contoh :
Dua tahun lagi Tami akan menerima uang sebanyak Rp 50.000,00. Berapakah nilai uang tersebut sekarang jika tingkat bunga adalah 12 % setahun?
Diketahui :  Fv = 50.000,00   
i  = 0,12
n = 2
Jawab :
Pv = Fv/(1+i)n
Pv = 50.000/(1 + 0,12)(2)
Pv = 50.000/2,24
Pv = 22.321,43
Jadi, nilai sekarang uang milik Tami adalah Rp 22.321,43,00

3.    Nilai Masa Datang dan Nilai sekarang
Faktor bunga nilai sekarang PVIF (r,n), yaitu persamaan untuk diskonto dalam mencari nilai sekarang merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan FVIF (r,n) untuk kombinasi r dan n yang sama.
FV = Ko (1 + r) ^n
Keterangan :
FV = Future value ( Nilai mendatang)
Ko = arus kas awal
R = rate / tingkat bunga
^n = tahun ke-n (pangkat n)
Contoh : Jika Jily menabung Rp 5.000.000,00 dengan bunga 15% maka setelah 1 tahun Jily akan mendapat?
Diket :
Ko           = 5.000.000
R             = 15% = 15/100 = 0,15
n             = 1
Jawab :
FV = Ko (1 + r)^n
FV = 5.000.000 (1+0.15)^1
FV = 5.000.000 (1,15)
FV = 5.750.000
Jadi, nilai mendatang uang milik Jily adalah Rp 5.750.000,00
4. Anuitas      
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu, anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen. Ada dua jenis anuitas, yaitu:
1.       Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode.
2.       Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau
3.       Penerimaannya dilakukan di awal periode.

a)      Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
b)      Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus. Sebagian besar anuitas terbatas jangka waktunya secara definitif misalnya 5 tahun atau 7 tahun, tetapi terdapat juga anuitas yang berjalan terus secara infinitif disebut anuitas abadi (perpetuities).
c)       Pinjaman yang Diamortisasi
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

SUMBER :
                

Senin, 09 November 2015

Biografi Pak Habibie


Pak Habibie
Pasti kalian tidak asing lagi mendengar nama Habbie. Salah satu tokoh jenius di Indonesia bahkan di dunia karena memiliki IQ 200 mengalahkan Albert Einstein (IQ 160) , Galileo Galilei (IQ 160) dan Sir Issac Newton (IQ 190) dimana sebelum IQ Habibie di ketahui issac pernah di kenal sebagai tokoh yang memiliki peringkat  IQ tertinggi di dunia. Namun sekarang peringkat IQ tertinggi masih bertahan untuk pak Habibie.


Pendidikan B. J. Habibie
Pak habibie sapaan akrabnya memiliki nama asli yakni Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan suami istri Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil habibie dan saudara – saudaranya dihabiskan di pare – pare sualawesi selatan. Sejak kecil habibie dikenal cerdas dan tegas, namun pada usia 14 tahun beliau harus ditinggal oleh ayahnya yang meninggal karena serangan jantung pada tanggal 3 September 1950. Akhirnya ibunya memutuskan menjual rumah yang di Sulawesi dan pindah ke Bandung.
Seusai lulus SMA di Bandung Habibie melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung mengambil program studi Teknik Mesin tahun 1954. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar Doktor dalam program studi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH), Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Kembalinya Habibie ke Indonesia
Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI
menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.
Dikutip dalam buku yang pernah ditulis oleh Habibie. Beliau mengatakan


Berdasarkan kutipan dari buku yang ditulis oleh Habibie diatas, dijelaskan bahwa pak Habibie sangat terkenal di Indonesia dari salah satu jasanya dalam membuat pesawat terbang bejenis N250. Tetapi dengan kemampuan jeniusnya itu, Habibie seakan – akan tidak dipergunakan oleh Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai direktur utama di Industri Pesawat Terbang  Nusantara (IPTN) yang bergerak dalam perancangan pembuatan pesawat terbang. Tidak bertahan lama, industri tersebut ditutup atas perintah presiden, 16ribu tenaga ahli berpotensi yang bekerja disana diberhentikan, dan mereka semua bertebaran di berbagai negara, khususnya seperti pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa. Melihat kejadian itu Habibie hanya bisa merasakan sakit hati yang amat dalam dan tidak bisa berbuat apa – apa.

Kesetiaan Habibie
Rasa sakit hati terhadap Negara, hujatan dari orang lain terhadap dirinya dan rasa lelah pak Habibie, selalu ada penenang hati yakni sang istri ibu Ainun sampai akhir hayatnya setia selalu berada disamping pak Habibie. Dan pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie (ibu Ainun), istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB.
Habibie sangat berduka atas meninggalnya sang istri, ia sampai di vonis para dokter mangalami gila dan bisa mati dalam waktu tiga bulan. Tetapi pak habibie bukan sosok yang mudah putus asa, dia bangkit dan tetap menjaga kesetiaanya untuk ibu Ainun. Pak Habibie tidak pernah absen setiap jum’at sebelum zuhur, mengunjungi makam ibu Ainun, dan selalu rutin meminta tolong ke penjaga makam untuk mengganti bunga diatas makam bu Ainun setiap dua hari sekali. Semua itu dilakukan pak Habibie sebagai bukti cinta dan kesetiaanya beliau kepada sang istri.

Materi Karangan Softskill


Nama  : Fanny Dwi Risanti 
NPM   : 23213210
Kelas  : 3EB24

KARANGAN  

     Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur. Hasil mengarang dapat berupa tulisan, cerita, artikel, buah pena, ciptaan atau gubahan (lagu, music, dan nyanian).

Kerangka Karangan
kerangka karangan ialah hasil dari pemikiran – pemikiran yang disusun dan memebentuk garis besar secara sistematik. Kerangka karangan memiliki manfaat diantaranya :
  1. Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dengan yang tidak penting.
  2. Menghindari timbulnya pengulangan kalimat atau bahasa.
  3. Membantu pengumpulan data dan sumber – sumber yang diperlukan.
Langkah – langkah Menulis atau Menyusun Karangan
Sebelum membuat suatu karangan perlu diperhatikan langkah – langkah menyusun karangan. Fungsinya agar hasil pemikiran kita tetap berada pada alur yang sudah ditentukan. Yang harus diperhatikan ialah :
  1. Menentukan Tema
  2. Menentukan judul
  3. Membuat kerangka karangan
  4. Menyusun atau mengembangkan kerangka karangan
Berikut merupakan contoh ringkas dalam menulis dan menyusun karangan :
Tema                              :  Liburan
Judul                              :  Asyiknya jalan – jalan di ragunan
Kerangka Karangan   :  Lokasi Ragunan ; Suasana Ragunan
Apabila sudah mengikuti langkah – langkah dalam mengarang hal yang tidak kalah pentingnya yakni memperhatikan EYD dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik.

Macam – macam karangan
Karangan dapat dibedakan menjadi:

Karangan Deskripsi
        Merupakan karangan yang berisi tentang penggambaran sesuatu, serta bersifat tata ruang dan tata letak. Karanga deskriptif bertujuan untuk membuat pembaca seakan – akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat, dan mendengar mengenai suatu tempat atau peristiwa. Tujuan lainnya ialah menjelaskan sebuah objek secara terperinci tanpa adanya pengaruh pendapat pengarang di dalamnya.
Contoh :
        Jalanan masih begitu lenggang pagi ini. Hanya terlihat ratusan pohon cemara disepanjang jalan menuju Gunung Telomoyo yang bergoyang tertiup angin. Sesekali ukuran batang – batang cemara itu tidak begitu tampak karena kabut yang menyelimutinya. Kelengangan itu membuat kami berkali – kali mendengar ranting – ranting cemara berjatuhan. Mungkin angin menyeret ranting – ranting malang itu sehingga menimbulkan suara derakan yang cukup keras. Saat pagi berkabut seperti ini, kesegaran bau pohon cemara juga menjadi begitu tajam di hidung kami.

Ciri – Ciri Karangan Deskrriptif
  • Menggambarkan atau menguraikan sebuah benda, hal, atau peristiwa sebagai objek.
  • Mengutamakan sasaran pada timbulnya kesan berdasarkan efek pancaindra.
  • Menggali sumber ide dari pengamatan (observasi).
  • Membutuhkan data berupa fakta sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran.
  • Menggunakan pola pengembangan urutan ruang
Karangan Eksposisi
    Karangan yang berisi pemaparan atau informasi mengenai sesuatu tanpa harus memberikan kesimpulan. Pembahasan dalam karangan ini hanya tertuju pada suatu objek. Dalam karangan eksposisi permasalahan ditampilkan melalui data, fakta, contoh, dan sebagainya.
Contoh :
     Pasar Bringharjo adalah pasar yang kompleks. Di lantai dasar terdapat puluhan kios penjual batik, tas, dan beraneka ragam sepatu ataupun sandal. Setiap hari rata – rata setiap penjual mampu menjual lima hingga sepuluh barang dagangannya. Dari data ini dapat diperkirakan berapa besarnya pendapatan daerah yang diperoleh Pemda DIY dari Pasar Bringharjo.

Ciri – Ciri Karangan Eksposisi
  • Karangan eksposisi bersifat nonfiksi atau ilmiah.
  • Karangan eksposisi bertujuan menjelaskan atau memaparkan sesuatu.
  • Karangan eksposisi berdasarkan fakta.
  • Karangan eksposisi tidak bermaksud untuk mempengaruhi pembaca.

Karangan Argumentatif
         Karangan yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan didukung data – data atau fakta – fakta sebagai alasan atau buktinya. Karangan argumentative berisi opini untuk memengaruhi, membujuk, atau meyakinkan pembaca dengan adanya kesimpulan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun karangan argumentative dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, atau penelitian kepustakaan.
Contoh :
      Untuk ukuran Indonesia, NTT memang beriklim ekstrem kering, kecuali di Kabupaten Manggarai (Flores) dan Timor Tengah Selatan (TTS, Timor Barat) yang banyak air. Rata – rata hujan hanya turun selama tiga bulan, paling lama lima bulan. Tujuh bulan selebihnya, NTT bermusim kering kerontang. Sebenarnya iklim yang ekstrim ini juga dialami NTB, terutama di Sumbawa. Itulah sebabnya, di pulau ini budidaya padi dilakukan dengan sistem gogo rancah. (Dikutip dari Kompas, edisi 13 Maret 2005).

Ciri – Ciri Karangan Argumentatif
  • Adanya pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan oleh penulisnya.
  •  Adanya alasan, data, atau fakta yang mendukung pernyataan.
  •  Adanya pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.

Karangan Naratif
Karangan yang bertujuan untuk menceritakan atau menguraikan suatu urutan kejadian atau peristiwa secara kronologis. Perincian peristiwa dan urutan waktu manjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam karangan naratif. Terdapat tiga unsure utama yang harus diperhatikan diantaranya tokoh, kejadian, dan latar (ruang dan waktu).
Contoh :
            Siska membantu pemanenan mawar di kebun bungan Bu Dela. Ia memulainya dari Blok A, blok yang ditanami mawar merah. Ia menggunakan gunting untuk memotong tangkai – tangkai mawar. Setelah terpotong, ia segera membawa mawar – mawar itu ke tempat yang teduh. Kemudian, ia merendamnya di dalam ember yang berisi air bersih.

Jenis Karangn Naratif
  • Narasi fiksi,missal : cerpen, novel, hikayat.
  • Narasi nonfiksi, missal : biografi, autobiografi, laporan perjalanan.
Ciri – Ciri Karangan Naratif
  • Menguraikan atau mengisahkan suatu peristiwa.
  • Menyajikan atau membangun alur.
  • Menutamakan faktor kronologis atau waktu.
  • Menggali sumber ide dari kejadian nyata atau pengembangan imajinasi (fiktif).

Karangan Persuasi
     Merupakan karangan yang berisi ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan. Persuasi juga merupakan tulisan yang berisi ajakan untuk melakukan sesuatu.
Contoh :
       Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

Ciri – Ciri Karangan Persuasif
  • Persuasive bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  • Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
  • Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
  • Persuasi sedapat mungkin menghindari konlik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  • Persuasi memerlukan fakta dan data.
Karangan Ilmiah
      Karangan atau tulisan ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, penyataan atau gagasan orang lain, baik yang telah, belum atau tidak dipublikasikan sama sekali. Intinya penulis karya ilmiah menyusun kembali hal – hal yang telah dikemukakan orang lain, ditambah pengalamannya dan gaya bahasanya sendiri. Dengan demikian karangan ilmiah merupakan suatu uraian yang didukung informasi yang telah diuji kebenarannya dan disajikan dengan cara yang lazim dan benar, sesuai dengan metode yang berlaku.
     Pada dasarnya karangan ilmiah mengemukakan fakta dan sebagian lagi memuat pendapat, anggapan atau dugaan disamping kesimpulan dan rekomendasi serta saran. Semua informasi ini perlu diberi tempat/kedudukan yang jelas, tidak dicampuradukan. Hal ini berarti, boleh saja menulis perpaduan antara pendapat berbagai ahli atau keterangan – keterangan lainnya, tetapi harus selalu dijaga, jangan sampai keterangan itu dijadikan satu begitu saja.

Macam – macam Karangan Ilmiah

      Macam – macam karangan ilmiah tergantung kepada siapa yang dituju. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian dibawah ini mengenai macam – macam karangan ilmiah :

      1)      Karangan ilmiah murni
Karangan ilmiah murni ditujukan untuk konsumsi kalangan profesi atau cendekiawan. Karya ilmiah jenis ini berisi tentang pembahasan yang sesuai dengan bidang profesi seseorang. Bahasa yang digunakan ialah mengenai bidang tersebut. Cotohnya : penulisan karangan ilmiah yang ditujukan untuk pembaca dari kalangan ekonomi. Dalam hal ini hanya orang – orang yang memiliki latar belakang ekonomi yang bisa memahami isi tulisan dalam karangan ilmiah tersebut.
      2)      Karangan ilmiah popular
Karangan ilmiah popular ditujukan untuk masyarakat umum, dengan tujuan membangkitkan motivasi terhadap suatu pemecahan masalah. Karangan ilmiah jenis ini lebih bersifat umum  dapat dengan mudah diketahui oleh semua orang dan mudah dipahami. Contohnya : penulisan karangan ilmiah berisi tentang keadaan suatu Negara misalnya yang berhubungan dengan kemiskinan, pengangguran, bencana alam, dsb.

Ciri – ciri Karangan Ilmiah
  • Menyajikan fakta obyektif secara sistematis.
  • Pernyataannya cermat, tepat, tulus, benar, serta tidak memuat terkaan atau bersifat tebakan.
  •  Penulisanya tidak mengejar keuntungan pribadi.
  •  Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan prosedural.
  •  Tidak memuat pandangan – pandangan tanpa dukungan fakta.
  •  Tidak emotif menonjolkan perasaa
  • Tidak bersifat argumentative, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta.
Kerangka karangan Ilmiah
      Dalam menulis karangan ilmiah kita harus wajib mengetahui kerangka atau bentuk tulisa. kerangka dalam karya ilmiah terdiri atas tida bagian diantaranya :
      1)      Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab pertama dari karangan ilmiah yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan : Apa yang diteliti ? Untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan ?. bab pendahuluan memuat :
  •  Latar belakang masalah
  • Rumusan masalah
  • Pembatasan masalah
  •  Tujuan penelitian

      2)      Isi
Bagian isi merupakan pokok utama dari karya ilmiah. Pada bagian ini, dijelaskan berbagai hal yang merupakan laporan dari penelitian. Bagian ini bisa terdiri atas beberapa bab, sesuai dengan kebutuhan.

      3)      Penutup
Bagian penutup berisi kesimpulan dan saran. Bagian ini hanya merangkumkan pokok – pokok yang menarik saja. Perlu diperhatikan bahwa hal – hal yang muncul pada bagian ini semestinya sudah muncul pada bagian isi. Simpulan tersebut harus disajikan secara sederhana dan singkat. Tujuannnya agar pembaca bisa lebih menangkap hasil penelitiannya secara ringkas.

Bentuk Karangan Ilmiah
  1. Makalah (paper) adalah segala bentuk karangan ilmiah tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok persoalan. Kita mengenal berbagai bentuk makalah berikut ini, sebagaimana biasanya dijumpai dalam jurnal atau majalah ilmiah.
  2. Skripsi ialah suatu karya tulis singkat yang didasari oleh penelitian berupa bahan – bahan bacaan atau observasi lapangan. Pembuatan karya tulis ini biasanya merupakan salah satu persyaratan wajib guna menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu seperti Program Strata Satu.
  3. Tesis ialah karya tulis yang hampir sama dengan skripsi, tetapi pembahasannya lebih mendalam dan merupakan laporan suatu penelitian yang dilakukandengan seksama serta menurut metodologi penelitian. Tesis biasanya merupakan karya tulis akhir Program Strata Dua/ Magister atau Program Spesialis Satu.
  4. Disertasi merupakan istilah yang digunakan untuk karangan ilmiah yang dibuat dalam mencapai gelar tertinggi disebuah universitas, yaitu Program Strata Tiga/ Doktor. Biasanya ada ketentuan – ketentuan khusus dari universitas yang bersangkutan, tentang persyaratan yang berhubungan dengan prosedur ilmiah dan bentuk disertasinya.
Sifat – sifat Karangan Ilmiah
  1. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas.
  3. Dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat.
  4. Fakta yang digunakan dalam karangan ilmiah harus dapat dipercaya.
  5. Karangan ilmiah harus dapat menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima karangan ilmiah.
  6.  Lengkap dan sempurna.
  7.  Objektif dan actual.
Karangan Non Ilmiah
    Karangan non ilmiah atau non fiksi adalah karangan yang ditulis tidak berdasarkan kenyataan kenyataan dan penalaran ilmiah, misalnya cerpen, novel dan puisi.

Ciri – Ciri Karangan Non Ilmiah
  1. Penyajuannya lebih bersifat subyektif.
  2. Mengandung usulan dengan efek dan kesimpulan yang diharapkan penulis.
  3. Bersifat persuasive, ssuai dengan keyakinan penulis yang mengajak pembaca untuk berubah pendapat.
  4. Pandangan yang dikemukakan penulis tidak didukung fakta umum.
  5. Motivasinya lebih mementingkan diri sendiri, karena itu isinya bisa melebih – lebihkan sesuatu.
  6. Kesimpulan penulis lebih bersifat argumentative, sehingga kurang atau tidak membiarkan fakta berbicara sendiri.
Sifat – sifat Karangan Ilmiah
  1. Emotif, sedikit informasi, kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis.
  2. Perusuasif, cukup informative, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara bepikir pembaca.
  3. Diskriptif, informative sebagian imaginative dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.
  4. Kritik tanpa dukungan bukti, tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang – kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.
Macam – macam Karangan Non Ilmiah
  1. Cepen adalah cerita pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Di dalam cerpen terdapat unsure intrinsic diantaranya : tema, latar, sudut pandang, alur, dan penokohan.
  2. Novel, adalah cerita panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang – orang di sekitarnya. Unsure yang paling menonjol didalam novel ialah konflik.
  3. Drama, merupakan gabungan dari seni sastra dengan seni lakon. Oleh karena itu, di dalam drama terdapat cerita yang dinyatakan dalam dialog serta petunjuk panggung.
  4. Puisi, karangan yang menekankan pada keindahan bahasa dan kepadatan makna.
  5. Dongeng, cerita khayalan atau cerita yang tidak benar – benar terjadi.
Karangan Semi Ilmiah 
        Karangan Semi-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya-pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri – Ciri Karangan Semi Ilmiah
  1. Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari  keuntungan dan sedikit informasi.
  2. Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
  4. Kritik tanpa dukungan bukti.
  5. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
  6. Fakta yang disimpulkan subyektif.
  7. Gaya bahasa formal dan popular.
  8. Mementingkan diri penulis
Bentuk Karangan Ilmiah
  1. Artikel adalah tulisan lengkap (memiliki judul, pendahuluan, penyajian masalah, pembahasan, dan penutup) yang dimuat dalam suatu mejalah, surat kabar, dan lain sebagainya
  2. Editorial adalah tulisan dalam surat kabar atau majalah yang disusun oleh pemimpin redaksi atau orang yang ditunjuknya mengenai topic actual yang penting menurut kacamata media yang bersangkutan.
  3. Opini adalah pendapat, pikiran atau pendirian seseorang.
  4. Berita kisah (Feuture) adalah informasi yang dianggap penting dan menarik, tentang suatu kejadian, yang menyangkut manusia, benda, atau keduanya.
  5. Reportase adalah laporan kejadian berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan.
  6. Manga adalah cerita kartun bergambar dimana unsure gambar lebih penting daripada ceritanya.
Sifat Karangan Ilmiah
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2.  Fakta yang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular
  4. Tidak memuat hipotesis
  5. Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah
  6. Bersifat imajinatif.
  7. Situasi didramatisir, dan
  8. Bersifat persuatif

SUMBER :
  1. Purnomo, Wahyu., Latif, Abdul., dan  Nurcahyati, Siti. 2015. Sukses UN. Jakarta : Bintang Wahyu.
  2. Fitriyani, Eka., dan Mukhyiddin, Moch. Amin. 2014. Target Nilai 10 UN Ujian Nasional. Jakarta : Cmedia
  3. Darmayanti, Nani., dan Hidayati, Nurul. 2008. Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta : Grafindo
  4. A. G., Haryanto., Ruslijanto, Hartono., dan Mulyono, Datu. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.
  5. Dewanti, Cherly. 2015. Analisa Jitu Soal – Soal UN 2016 Semua Jurusan. Jakarta : Pustaka Ilmu Semesta.
  6. Iskak, Ahmad. dan Yustinah. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
  7. Nababan, Diana. 2008. Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA. Jakarta : PT. Kawan Pustaka.
  8. Prihantini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Bentang Pustaka.