Sabtu, 28 Juni 2014

TULISAN 4 SOFTSKILL "Perekonomian Indonesia" → (KELEZATAN MU MEMBAHAYAKAN KU)



Kelezatan Mu Membahayakan Ku


Tahukah anda dengan makanan ini ???
Yupss benar sekali ini sate makanan khas Madura yang menggoda selera nafsu makan kita. Sebenernya disini saya bukan membahas resep membuat sate, bagaimana cara bikin sate yang enak.. bukan itu tujuan saya. Tapi, saya akan memberikan info kepada anda bahwa sate itu bisa jadi salah satu pemicu penyakit kanker.
Pemicu penyakit kanker yang berasal dari daging asap ini ialah dari zat karsinogenik ialah zat karbon yang dihasilkan dari suatu proses pembakaran. Pada gambar diatas terlihat ada gosong kehitaman, dari sate sebenarnya itu yang paling nikmat tetapi yang hitam itulah yang namanya karsinogenik dia kalau kita sering memakannya dapat memicu penyakit kanker.
Mungkin para blogger ada yang belum tahu tentang karsinogenik ??
Yuuk kita lihat pembahasannya…
Pada penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa jenis daging tertentu yang dimasak pada suhu yang tinggi dapat memproduksi senyawa baru yang sebelumnya tidak terdapat dalam keadaan mentah. Beberapa dari jenis senyawa ini berpotensi menyebabkan kanker, misalnya heterocyclic amines(HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).
PAH merupakan kelompok senyawa yang terbentuk akibat pembakaran yang tidak sempurna dari zat-zat anorganik (arang, minyak dan gas) serta zat organik seperti tembakau. Dalam daging yang dipanggang, PAH terbentuk saat lemak daging menetes ke atas arang, kemudian menyatu dalam asap dan melekat dalam makanan tersebut. PAH juga dapat terbentuk langsung saat daging yang dipanggang terlalu gosong sehingga teksturnya menjadi seperti arang.
HCA terbentuk ketika asam amino (unsur pembangun utama dari protein) dan kreatin (senyawa yang terdapat di jaringan otot) bereaksi pada suhu tinggi. Ada 4 hal yang berpengaruh terhadap pembentukan HCA, yaitu: jenis makanan, suhu, waktu, dan cara memasak. Daging yang dimasak menghasilkan HCA lebih banyak dari sumber protein lain (telur, susu, tahu dan daging jeroan seperti hati) yang mengandung sedikit HCA atau tidak sama sekali. HCA juga ditemukan dalam jumlah paling besar pada daging yang digoreng dan dipanggang langsung di atas api karena melibatkan suhu yang sangat tinggi. Suhu yang tinggi ini memiliki peranan sangat penting dalam pembentukan HCA. Daging yang dipanggang dalam oven menghasilkan HCA lebih sedikit karena suhu yang digunakannya lebih rendah. Daging yang direbus dalam suhu kurang dari 100 derajat celcius menghasilkan zat ini lebih sedikit lagi. Selain itu, waktu memasak yang lebih lama juga akan menghasilkan HCA lebih banyak.
Untuk mengurangi/menghindar dari karsinogenik yang ada pada sate kita cukup dengan memakan TIMUN. Sebagai sayuran, timun mengandung karotenoid, folat serta vitamin C. Dari berbagai penelitian, zat-zat ini terbukti bersifat sebagai antikarsinogenik. Zat-zat lain yang potensial sebagai senyawa antikarsinogenik diantaranya: flavonoid, senyawa fenolat, serat makanan, isotiosianat, dan isoflavon. Zat-zat tersebut terkandung dalam sayuran dan buah-buahan secara umum. Zat-zat tersebut memproteksi tubuh dari kanker dengan beberapa cara antara lain: mengobati cedera oksidatif pada lemak dan DNA, stimulasi perbaikan DNA serta induksi apoptosis.
SUMBER :

Jumat, 27 Juni 2014

TULISAN 3 SOFTSKILL "Perekonomian Indonesia" → (IBUKOTA KUU)



IBU KOTA KU.. (Umur  Mu bertambah, Beban  Mu menambah)

Jakarta… begitulah ia disebut kota metropolitan yang bisa menjadi magnet magic seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang mengadu nasib disini. Ia baru saja berulang tahun yang ke 487 tapi masih saja tidak ada perubahan yang signifikan disini. Macet masih, banjir masih, kemiskinan masih sangat kental di ibukota pertiwi ini dan yang mengerikan itu Jakarta yang sudah padat penghuninya masih dipaksa untuk lebih padat lagi dari yang ini. Ibukota ini termasuk dalam peringkat kelima kota termacet didunia setelah Thailand.
Tahun ketahun mungkin tepatnya pada saat arus balik lebaran itu hal cocok membengkaknya jumlah penduduk dijakarta. Dari tahun 2001 – 2010 jakarta meningkat sebesar 9588 jiwa


Dan Sekitar 2,35 juta orang menyerbu Jakarta selama arus balik Lebaran 2010. Dari jumlah itu, sekitar 55.700 orang di antaranya merupakan pendatang baru musiman, yang bakal menambah berat beban Ibukota.

Data dari Posko Angkutan Lebaran Dishub DKI Jakarta menyebutkan, jumlah warga Ibukota yang mudik pada Lebaran 2010 mencapai 2,3 juta orang. Sedangkan, jumlah arus balik mencapai 2.355.700 orang. Sehingga, terdapat tambahan pendatang sekitar 55.700 orang
. Itu baru 2010 sekarang 2013 tinggal jumlah tersebut kalikan tiga saja berikut untuk tahun tahun kedepannya.
Yang kedua ini yang masih sulit dilepaskan dari Jakarta ialah banjir. Banjir ini menjadi salah satu tamu yang tak diundang yang tiap tahun rutin menyapa Jakarta ini dan setiap harinya apabila dia telah menyap. Ibukota menghabiskan Rp 40 miliar perhari untuk infrastruktur kota ini.
Selain banjir masih banyak lagi masalah yang dihadapi di Jakarta ini. Lantas bagaimana cara mengatasi merubah Jakarta menjadi lebih baik ?? Cara pemerintah sudah diterapkan, visi misi nya pun juga sudah jelas tapi bukan hanya itu saja  melainkan kesadaran setiap warganya baik itu penduduk tetap atau pendatang baru. Keduanya bahkan terutama penduduk baru harus tau diri dan bisa menyesuaikan juga mentaati peraturan yang sudah ada.
SUMBER :



Kamis, 26 Juni 2014

TULISAN 2 SOFTSKILL "Perekonomian Indonesia" → (MALAS BERPIKIR)


Malas Berpikir ??



Malas berpikir itu bukan hanya sekedar satu kalimat saja tetapi saya disini memberitahu dari kalimat tersebut saya ingin menganalisa per kata sebelum kedalam arti secara keseluruhan yakni antara malas dan berpikir.Mungkin sebagian besar pendapat orang,  malas itu adalah hal negative dan berpikir itu adalah hal positive . Saya pun juga sering mengalami malas dan juga ada kalanya harus focus untuk bepikir.
 Setelah saya baca – baca artikel ternyata malas situ adalah sebagian dari berpikir, memang kegiatan malas itu ialah dimana sesorang enggan melakukan sesuatu yang diinginkannya. Tetapi, untuk memutuskan enggan melakukan sesuatu itu ada suatu proses berpikir untuk memutuskan suatu hal yang pada akhirnya timbul lah rasa malas.
Berpikir adalah suatu proses pengembangan konsep dan ide dari informasi yang tersembunyi yang dimiliki oleh masing – masing individu. Jadi anatara malas dan berpikir adalah suatu kesatuan yang keduanya sama –sama melakukan proses berpikir dan keduanya melalui sistem kerja otak.
So.. kalau keduanya sama – sama melalui proses berpikir buat apa kita sudah berpikir dan pada akhirnya terhambat oleh rasa malas yang menyebabkan tidak berkembang pribadi dan mengalami kemunduran dan tentunya berpikir dengan pikiran yang positif.
Malas berpikir adalah penyakit dan ini merupakan awal dari kesesatan dan kehancuran kita. Sebab orang yang tidak pernah berpikir tidak pernah tahu tujuan dari penciptaan,yangdia tahu hanyalah sebatas bagaimana mempertahankan hidup di dunia.
Malas berpikir inilah yang secara tidak sadar akan menjebak kita kedalam angan-angan kosong dan akan mengantarkan kita pada kebuntuan hidup. Orang yang malas berpikir dapat dilihat dari dari cara orang tersebut mengatasi masalahnya, biasanya ia akan mencari jalan pintas.
Manusia adalah makhluk yang derajatnya dan dilengkapi dengan kemampuan untuk berpikir. Akan tetapi sayangnya, banyak diantara kita yang tidak memanfaatkan kemampuan kita untuk berpikir semaksimal mungkin. Bahkan hampir sebagian diantara kita malas untuk berpikir. Sebenarnya tiap orang mempunyai kemampuan berpikir yang tidak disadarinya, dan yang tidak pernah diketahui batasnya. Ketika kita kita mulai menggunakan kemampuan kita untuk berpikir maka fakta-fakta yang sebelumnya belum kita ketahui lambat laun akan terkuak. Semakin dalam orang berpikir maka semakin bertambah pula kemampuan berpikirnya dan ini berlaku untuk semua orang. Perlu kita sadari bahwa setiap orang mempunyai kemampuan berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin dalam setiap usahanya untuk mencapai kebahagiaan hidup.
Jadi seberapa banyak waktu yang tersedia untuk dalam satu hari kita berpikir,gunakan waktu itu untuk berpikir pada hal-hal yang bermanfaat. Sebab bila Tuhan sudah tidak lagi memberikan waktu untuk anda, apa yang bisa anda perbuat???? Karena itu, jangan malas berpikir carilah pengetahuan dengan berpikir.

SUMBER :
http://edukasi.kompasiana.com/2013/07/21/dunia-sangat-kompetitif-maka-pertajam-cara-berpikir-otak-anda-578581.html

Sabtu, 21 Juni 2014

SERTIFIKAT "Perekonomian Indonsia" → (sertifikat seminar maret - april 2014)

SERTIFIKAT SEMINAR

Nama  : Fanny Dwi Risanti
NPM   : 23213210
Kelas   : 1EB22

1. SERTIFIKAT SEMINAR "SEF Gunadarma  11-Maret-2014"



 2. SERTIFIKAT SEMINAR "SEF Gunadarma 15-Maret-2014"


3. SERTIFIKAT SEMINAR "Public Speaking kalimalang 17-April-2014"

 


TULISAN 1 SOFTSKILL "Perekonomian Indonesia" → (SAFE YOUR LIFE)

Safe Your Life 

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang dikenal sebagai AIDS adalah sebuah penyakit yang sampai sekarang belum ada vaksin yang bisa secara total menyembuhkan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Penyakit ini diakibatkan adanya virus yang Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Mengingat akan bahayanya penyakit AIDS ini sehingga ada satu hari khusus yang diperingati oleh seluruh masyarakat di dunia yakni jatuh pada setiap tanggal 1 Desember. Dan pada tanggal tersebut disepakatilah symbol hari AIDS sedunia yakni “The Red Ribbon” yang artinya wujud keprihatinan terhadap penderita HIV/AIDS juga sebagai symbol untuk saling mengingatkan ke sesama bahaya dari HIV/AIDS.
Indonesia menduduki peringkat 10 penderita HIV/ADIS setelah Afrika Selatan di peringkat pertama dan India peringkat kedua. Pada tahun 2013 di Indonesia penderita HIV mencapai 5686 jiwa dan AIDS mencapai 21511 jiwa. Dan provinsi terbanyak mengidap HIV/AIDS adalah Jawa Barat, berikut ialah grafiknya :

Dalam hal ini pemerintah juga terus mengupayakan perannya untuk memperkecil persentase HIV/AIDS di Indonesia yakni dengan :
a.     sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS, bahaya, dan upaya pencegahannya.
  1. Pemberian layanan pengobatan gratis bagi penderita HIV/AIDS
  2. Pengadaan kegiatan penyuluhan, pemantauan, pencegahan, pengendalian, dan penaggulangan HIV/AIDS
  3. Pengadaan layanan konseling dan tes HIV
  4. Pengadaan kampanye pencegahan penyebaran HIV/ AIDS yang ditujukan kepada para remaja agar generasi muda kita terjaga dari penularan HIV/AIDS

            Selain itu baru – baru ini juga terdengar issue bahwa pihak kementrian kesehatan yang dicetuskan oleh ibu menkes Nafsiah Mboy tentang bagi – bagi kondom gratis dimana merupakan bentuk upaya pencegahan HIV/AIDS. Dan pada peringatan HIV/AIDS tahun 2013 kemarin selain memperingati hari AIDS sedunia, pada hari itu juga sebagai hari pecan kondom nasional atau PKN. Banyak pro-kontra terhadap ide tersebut bahkan ada yang mengecam pihak kemenkes. Tetapi, menurut kutipan SINDONEWS.com melalui sekjen kementrian kesehatan ternyata ide itu adalah sebuah issue karena bukan pihak kemenkes tetapi DKT dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dimana dahulu ibu mnkes Nafsiah Mboy pernah menjabat sebagai sekertaris dan ketua pelaksana disana yang mencetuskan pembagian kondom gratis kepada masyarakat.
            Pro dari adanya pekan kondom nasional menurut kutipan dari pakar HIV dunia terdiri dari : (Abstinence) : Tidak melakukan seks sebelum menikah. (Be faithful) : Ketika sudah menikah setialah pada pasangan (tidak melakukan seks bebas). (Condom) : Jika tidak bisa menjalani A dan B – alias “tidak kuat imannya”, maka gunakanlah kondom.
            Kontra dari pecan kondom nasional adalah terjadi kesalahan presepsi bagi individu yang ditawarkan oleh seorang oknum dengan “bisa bebas seks dengan menggunakan kondom” hal ini membuat kesalah pahaman pemikiran terhadap kondom tersebut. Meningkatnya prilaku beresiko karena dengan adanya pembagian kondom gratis mereka para pelaku seks akan bermunculan dengan anggapan dengan kondom semua aman dan bisa melakukan seks bebas.

Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis mengenai HIV/AIDS. Saya mengambil tema tentang safe your life ini memiliki kaitan dari segi ekonomi yakni penderita HIV/AIDS yang banyak menghambat petumbuhan suatu Negara. Karena, orang yang menderita tidak bisa bekerja untuk menghasilkan pendapatan nasional dan juga angka kematian yang besar suatu Negara yang besar terhadap HIV/AIDS membuat citra suatu Negara tersebut menjadi buruk akibat kesehatan yang belum bisa dituntaskan.

Sumber :

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/pro-dan-kontra-pekan-kondom-nasional.html
http://nasional.sindonews.com/read/812461/15/kemenkes-pekan-kondom-nasional-bukan-program-pemerintah
http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=449
http://diansura.files.wordpress.com/2011/03/picture31.jpg
http://news.detik.com/surabaya/read/2013/04/03/122846/2210317/466/penderita-aids-di-indonesia-5686-dan-hiv-21511-orang
http://www.vemale.com/topik/penyakit-wanita/42919-top-ten-negara-dengan-hiv-aids-i.html
http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
http://www.tanyadok.com/kesehatan/mengapa-hivaids-ditandai-pita-merah


TUGAS SOFTSKILL "Perekonomian Indonesia"---> (Makalah Pengentasan Kemiskinan UKM)

MAKALAH
PEREKONOMIAN INDONESIA



“Usaha Kecil Menengah”
1EB22
Nama Kelompok :
*      Ayu Dwi Sulistiani   (21213537)
*      Fanny Dwi Risanti   (23213210)
*      Imelda Muliawati      (24213334)
*      Lastiani Nurcholifa  (24213934)
*      Tia Ayu Ningsih       (28213878)





Universitas Gunadarma
2014







KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Pada makalah kali ini kami mengangkat judul tentang “Usaha Kecil Menengah” Makalah ini disusun sedemikian rupa dengan mendapatkan referensi dari sumber-sumber yang ada dan pemikiran kami.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak terdapat banyak kekurangan-kekurangan di dalamnya, maka itu kami mengharapkan agar pembaca dapat memberikan kritik dan saran.
Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat bermanfaat.




Bekasi,  Mei  2014

Penulis












BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Saat ini, UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan Negara Indonesia.
UKM  merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungka pihak-pihak tertentu saja.Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapat mengetahui cara mengelola usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk membangun sebuah usaha awal.

1.2 Tujuan
Pembaca diharapkan dapat mengenal lebih dalam berbagai hal tentang Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Pembaca juga dapat mengambil manfaat berupa penambahan wawasan dan dapat mengembangkan ke dalam diskusi.

1.2 Rumusan masalah
1.    Pengenalan UKM
2.    Pengembangan sector UKM
3.    Peluang bisnis UKM
4.    Permasalahan dan Penanggulangan UKM



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengenalan Dasar UKM
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan unit usaha lainnya.
Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.
2.2 Pengembangan Sektor UKM
Pengembangan terhadap sektor swasta merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi perlu untuk dilakukan. UKM memiliki peran penting dalam pengembangan usaha di Indonesia. UKM juga merupakan cikal bakal dari tumbuhnya usaha besar. “Hampir semua usaha besar berawal dari UKM. Usaha kecil menengah (UKM) harus terus ditingkatkan (up grade) dan aktif agar dapat maju dan bersaing dengan perusahaan besar. Jika tidak, UKM di Indonesia yang merupakan jantung perekonomian Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang. Satu hal yang perlu diingat dalam pengembangan UKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak UKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Selain Pemerintah dan UKM, peran dari sektor Perbankan juga sangat penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjaman atau penetapan kebijakan perbankan. Lebih jauh lagi, terkait dengan ketersediaan dana atau modal, peran dari para investor baik itu dari dalam maupun luar negeri, tidak dapat pula kita kesampingkan.
Pemerintah pada intinya memiliki kewajiban untuk turut memecahkan tiga hal masalah klasik yang kerap kali menerpa UKM, yakni akses pasar, modal, dan teknologi yang selama ini kerap menjadi pembicaraan di seminar atau konferensi. Secara keseluruhan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengembangan terhadap unit usaha UKM, antara lain kondisi kerja, promosi usaha baru, akses informasi, akses pembiayaan, akses pasar, peningkatan kualitas produk dan SDM, ketersediaan layanan pengembangan usaha, pengembangan cluster, jaringan bisnis, dan kompetisi.
Perlu disadari, UKM berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan dinamis. Jadi, upaya mengembangkan UKM tidak banyak berarti bila tidak mempertimbangkan pembangunan (khususnya ekonomi) lebih luas. Konsep pembangunan yang dilaksanakan akan membentuk ‘aturan main’ bagi pelaku usaha (termasuk UKM) sehingga upaya pengembangan UKM tidak hanya bisa dilaksanakan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan pembangunan ekonomi nasional dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kebijakan ekonomi (terutama pengembangan dunia usaha) yang ditempuh selama ini belum menjadikan ikatan kuat bagi terciptanya keterkaitan antara usaha besar dan UKM.
Saat ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berencana untuk menciptakan 20 juta usaha kecil menengah baru tahun 2020. Tahun 2020 adalah masa yang menjanjikan begitu banyak peluang karena di tahun tersebut akan terwujud apa yang dimimpikan para pemimpin ASEAN yang tertuang dalam Bali Concord II. Suatu komunitas ekonomi ASEAN, yang peredaran produk-produk barang dan jasanya tidak lagi dibatasi batas negara, akan terwujud. Kondisi ini membawa sisi positif sekaligus negatif bagi UKM. Menjadi positif apabila produk dan jasa UKM mampu bersaing dengan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya, namun akan menjadi negatif apabila sebaliknya. Untuk itu, kiranya penting bila pemerintah mendesain program yang jelas dan tepat sasaran serta mencanangkan penciptaan 20 juta UKM sebagai program nasional.
2.3 Definisi UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia
UKM merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang. Usaha yang memiliki modal lebih kecil dari Rp. 50.000.000, disebut usaha kecil dan usaha yang memiliki modal lebih kecil dari Rp. 200.000.000 disebut usaha menengah. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih menganggur, hal ini juga dapat membantu meredakan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dengan adanya UKM maka akan tercipta banyak lapangan kerja, dan jika lapangan kerja lebih banyak maka akan lebih sedikit jumlah pengangguran yang ada, dan jika jumlah pengangguran berkurang maka kesejahteraan masyarakatpun meningkat, karena dengan memiliki pekerjaan, maka masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial.
Kemiskinan merupakan masalah klasik yang selalu terjadi di Indonesia, sudah hampir 69 tahun Indonesia lepas dari penjajah tetapi nampaknya kemiskinan masih melanda negeri ini. Kemiskinan sebenarnya tidak hanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek lain seperti aspek kesehatan,pendidikan,sosial dan psikologis, namun kemiskinan dan ekonomi mempunyai kaitan yang sangat erat sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemiskinan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi atau hubungan yang erat.
Hubungan yang erat juga terjadi antara kemiskinan dan masalah pangan. Penduduk miskin biasanya diukur dari banyaknya penduduk yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan. Penyebab kemiskinan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dapat berbeda. Kemiskinan di pedesaan erat kaitannya dengan sektor pertanian, sedangkan masalah kemiskinan di perkotaan erat kaitannya dengan tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga.
Salah satu upaya dalam penuntasan kemiskinan adalah Pengembangan UKM (Usaha Kecil Menengah), Perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia nampaknya telah berkembang terutama karena disebabkan oleh kelompok unit usaha ini telah menyumbang sangat banyak kesempatan kerja dan merupakan sumber yang paling penting dalam penciptaan pendapatan. UKM dapat berkembang apabila berorientasi pada jalinan kemitraan yang didasarkan pada konsep sinergi yaitu saling membutuhkan dan saling membantu. Menurut Bachruddin  dkk (1996) Prinsip saling membutuhkan akan menjamin kemitraan berjalan lebih langgeng karena bersifat “alami” dan tidak atas dasar “belas kasihan”. Berlandaskan prinsip ini, usaha besar akan selalu mengajak usaha kecil sebagai partner in progress.

Wiraswasta dalam usaha bisnis menengah dan kecil sangat menunjang perekonomian bangsa Indonesia dikarenakan dengan adanya unit usaha kecil dan menengah selain mengurangi jumlah angka pengangguran UKM juga berperan penting yang dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional. Dalam kurun waktu 1997-2001 rata-rata unit UKM secara nasional mencapai 99,81% dari total perusahaan yang ada. Oleh sebab itu pemerintah harus ikut campur tanggan mengenai pengembangan dan kelangsungan Hidup suatu usaha kecil dan menengah, dengan cara memberi modal pinjaman tunai dengan bunga rendah.

Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh, ketika terjadi Krisis Ekonomi 1997, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri. Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable. Ketiga, menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.
1 kualitas jasa juga dapat dimaksimalkan dengan adanya penguasaan teknologi. Penguasaan teknologi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan, sehingga organisasi dapat lebih terkontrol dengan mudah. Oleh sebab itu, organisasi harus selalu mengikuti dinamika perubahan teknologi yang terjadi.

Peranan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam perekonomian Indonesia pada dasarnya sudah besar sejak dulu. Namun demikian sejak krisis ekonomi melanda Indonesia, peranan UKM meningkat dengan tajam. Data dari Biro Pusat Statistik1 (BPS), menunjukkan bahwa persentase jumlah UKM dibandingkan total perusahaan pada tahun 2001 adalah sebesar 99,9%. Pada tahun yang sama, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh sektor ini mencapai 99,4% dari total tenaga kerja. Demikian juga sumbangannya pada Produk Domestik Bruto (PDB) juga besar, lebih dari separuh ekonomi kita didukung oleh produksi dari UKM (59,3%). Data-data tersebut menunjukkan bahwa peranan UKM dalam perekonomian Indonesia adalah sentral dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan output.






2.4 Komitmen Pemerintah Terhadap Usaha Kecil
Selama ini pemahaman terhadap usaha kecil ini memang masih beragam, belum ada keseragaman.Ada yang mengkaitkan usaha kecil ini dari sisi jumlah tenaga kerja yang dipekerjaan dalam usaha kecil tersebut.Tetapi ada juga yang melihat usaha kecil dari sisi asset (kekayaan) yang dimiliki dan omset penjualannya.


Biro Pusat Statistik (BPS) misalnya, mengelompokkan skala usaha yang ada berdasarkan berapa banyak jumlah pekerja yang digunakan dalam melakukan kegiatan perusahaannya. Skala usaha rumah tangga bila mempekerjakan pekerja 1 s/d 4 orang; Skala usaha kecil bila mempekerjakan pekerja 5 s/d 19 orang; Skala usaha menengah bila mempekerjakan pekerja 20 s/d 99 orang; Skala usaha besar bila mempekerjakan lebih dari 100 orang.Sementara itu, menurut Undang-Undang No. 9 tahun 1995 menetapkan beberapa kriteria bagi skala usaha kecil, antara lain:
a.  memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (duaratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau
b.  memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)
c.   milik warga Negara Indonesia
d.  berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar
e.  berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hokum, atau badan usaha yang berbadan hokum, termasuk koperasi.

Dalam penjelasan Undang-Undang ini yang dimaksud dengan usaha kecil termasuk didalamnya adalah usaha kecil informal dan usaha kecil tradisional. Yang dimaksud dengan usaha kecil informal adalah usaha yang belum terdaftar, belum tercatat, dan belum berbadan hokum, antara lain petani penggarap, industri rumah tangga, pedagang asongan, pedagang keliling, pedagang kaki lima, dan pemulung. Sedangkan, yang dimaksud dengan usaha kecil tradisional adalah usaha yang menggunakan alat produksi sederhana yang telah digunakan secara turun temurunatau berkaitan dengan seni dan budaya.


2.5 Peluang Bisnis UKM
Memang semakin marak ditekuni oleh pemain baru. Tidak heran jika melihat kondisi seperti ini karena setiap orang pasti ingin bekerja secara mandiri tanpa perlu tergantung dengan pekerjaan punya orang lain.
Meskipun bisnis UKM, namun perannya cukup berarti dalam menciptakan lapangan kerja walaupun tidak memiliki keterampilan sekalipun tapi mereka tetap bisa memilih bisnis UKM sesuai apa yang hendak ditekuni. Sebab selain modal, untuk membangun bisnis UKM seseorang juga butuh tekad serta keseriusan dalam mengembangkannya.Macam - Macam Peluang Bisnis UKM. Semangat dapat menjadi modal yang paling penting dalam membangun sebuah bisnis UKM. Asalkan hal tersebut dilakukan dengan tekun dan juga kerja keras, pasti akan ada hasil yang dapat dicapai.Sebenarnya, ada banyak contoh UKM tapi disini Di bawah ini ada beberapa peluang bisnis yang dapat menjadi pilihan untuk memuat UKM.

· Toko kelontong rumahan
Hanya dengan modal kurang dari 5 juta, kita dapat berjualan beraneka macam kebutuhan sehari-hari. Kita pun bisa memfokuskan dengan barang dagangan yang cepat laku seperti gula, beras, minyak maupun menyediakan berbagai bumbu masakan.
· Kerajinan tangan
Meskipun tinggal di wilayah pedesaan, pasti ada banyak sekali bahan yang bisa bermanfaat dan juga bisa dijadikan untuk miniatur unik seperti alat musik, rumah, candi dll. Biasanya di pedesaan ada banyak bambu maupun kayu yang potensial digunakan untuk kerajinan tangan. Tidak perlu ahli, jika kita bisa inovatif dan kreatif dalam membuat miniatur atau barang unik tentu kita dapat dengan mudah mendapatkan penghasilan.
· Usaha menjahit
Umumnya, di beberapa daerah keberadaan mesin jahit memang tidak digunakan lagi. Oleh karena itu kita dapat memanfaatkannya untuk membukapeluang bisnis UKM jahit pakaian.
· Usaha ternak bebek atau ayam
Beternak dapat menjadi pilihan usaha sukses untuk warga pedesaan. Hanya dengan beternak bebek atau ayam dengan jumlah tertentu maka peluang bisnis tersebut akan sangat menguntungkan.Oleh karena itu untuk anda yang masih bingung menentukan pilihan bisnis, beberapa alternatif di atas memiliki prospek cukup baik sebagai peluang bisnis UKM.





2.6 Permasalahan yang Dihadapi UKM
Pada umumnya, permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM), antara lain meliputi:
1.  Faktor Internal

Ø Kurangnya Permodalan dan Terbatasnya Akses Pembiayaan
Ø Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Ø Lemahnya Jaringan Usaha dan Kemampuan Penetrasi Pasar
Ø Mentalitas Pengusaha UKM
Ø Kurangnya Transparansi

2. Faktor Eksternal
Ø Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif
Ø Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha
Ø Pungutan Liar
Ø Implikasi Otonomi Daerah
Ø Implikasi Perdagangan Bebas
Ø Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek
Ø Terbatasnya Akses Pasar
Ø Terbatasnya Akses Informasi

2.7 Langkah Penanggulangan Masalah
Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UKM dan langkah-langkah yang selama ini telah ditempuh, maka kedepannya, perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut:
1. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
2.Bantuan Permodalan
Pemerintah perlu memperluas skema kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura. Pembiayaan untuk UKM sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro bank antara Lain: BRI unit Desa dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
3. Perlindungan Usaha
Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).
4. Pengembangan Kemitraan
Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Selain itu, juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian, UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.














BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan
UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih menganggur, hal ini juga dapat membantu meredakan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Satu hal yang perlu diingat dalam pengembangan UKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak UKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Selain Pemerintah dan UKM, peran dari sektor Perbankan juga sangat penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjaman atau penetapan kebijakan perbankan. Lebih jauh lagi, terkait dengan ketersediaan dana atau modal, peran dari para investor baik itu dari dalam maupun luar negeri, tidak dapat pula kita kesampingkan.















Daftar Pustaka
Tambunan, Tulus T.H 2001. Perekonomian Indonesia: Beberapa Masalah Penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.